• Rab. Feb 25th, 2026

Kajari Tanah Datar Layak dan Patut Membongkar Dugaan Pungli Uang Komite di SMAN.1 Batipuh. 

ByTini Widari

Feb 25, 2026

Kab.Tanah Datar,PWMEDIATV.COM

Maraknya pemberitaan terkait dugaan kecurangan dan Penyalagunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) di SMAN.1 Batipuh tahun membuat para aktivis Pemerhati korupsi semakin mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap tabir kejahatan korupsi ini ke ranah hukum, anggaran tahun 2024 dan 2025 di dugaan sarat pungli berkedok komite,  yang di pungut dari orang tua  murid setiap berkisar / bulan Rp.150.000. dengan dalil kekurangan dana BOS.

Hal ini di sampaikan oleh Lembaga Pemerhati Pendidikan Cegah Korupsi (LP2CK) Septian Irfandi,SH  kepada wartawan (25/02/25), bahwa di SMAN.1 Batipuh sarat monopoli dan permainan jual nama komite dengan modus kekurangan dana.

Bahwa data  penggunaan laporan belanja ARKAS SPj SMAN 1 Batipuh tahun 2025 tahap ke I dengan jumlah Siswa penerima

859 orang

tanggal pencairan

22 Januari 2025

Rincian Penggunaan ;

penerimaan Peserta Didik baru

Rp 3.130.000

pengembangan perpustakaan

Rp 47.785.000

kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler

Rp 53.639.500

kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran

Rp 28.708.900

administrasi kegiatan sekolah

Rp 89.510.800

pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan

Rp 5.260.000

langganan daya dan jasa

Rp 52.242.700

pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah

Rp 0

penyediaan alat multi media pembelajaran

Rp 6.400.000

penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

Rp 0

penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB

Rp 0

pembayaran honor

Rp 87.540.000

Total Dana

Rp 374.216.900.

Kemudian tahap ke II penggunaan belanja dana BOSP tahun 2025 di duga manipulatif laporan ARKAS SPj SMAN.1 Batipuh dengan jumlah Siswa Penerima

859 orang 

tanggal pencairan

17 September 2025

Rincian Penggunaan ;

penerimaan Peserta Didik baru

Rp 12.662.000

pengembangan perpustakaan

Rp 105.479.850

kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler

Rp 44.945.000

kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran

Rp 46.595.300

administrasi kegiatan sekolah

Rp 169.451.956

pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan

Rp 11.640.000

langganan daya dan jasa

Rp 55.436.400

pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah

Rp 348.072.594

penyediaan alat multi media pembelajaran

Rp 37.500.000

penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

Rp 0

penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB

Rp 0

pembayaran honor

Rp 82.500.000

Total Dana

Rp 914.283.100.

Sambungnya lagi kami meminta Kajari Tanah Datar ujar Septian Irvandi kepada awak Media,  agar memanggil dan memeriksa oknum Kepsek SMAN.1 Batipuh Hendra Arinal terkait dugaan pelanggaran Perpres No 87 Tahun 2016 Tentang Sapuh Bersih Pungutan Liar dan Permendikbud No 75 Tahun 2016 Tentang Komite Pasal 12 dilarang memungut dalam bentuk apapun.

Bahwa tidak ada lagi sekolah negeri kekurangan dana. Pemerintah sudah banyak mengalokasikan anggaran, mulai dari APBD Provinsi Sumbar dan APBN dari Kemendikbud, Mak itu kita mendesak kepada  Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar Bapak Ryan Palasi,SH,MH segera mengusut informasi ini dan segera lakukan penyelidikan dugaan tipidkor dan pungli di SMAN.1 Batipuh pinta Septian Irvandi bebernya.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *