Pontianak,PWMEDIATV.COM
Pawai Obor dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan digelar pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 19.50 WIB di halaman Masjid Mujahidin Pontianak, Jalan A. Yani, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.
Kegiatan yang mengusung tema “Dengan semangat Ramadhan kita tingkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kalbar” ini diikuti gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan masyarakat se-Kalimantan Barat dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai ±10.000 orang.
Acara diawali dengan sambutan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pawai obor merupakan bagian dari ibadah dan syiar Islam dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk senantiasa menjaga toleransi antarumat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan, serta saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban agar kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh khidmat sehingga umat Muslim dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka kegiatan pawai obor. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut pada malam yang penuh berkah.
Ia menegaskan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna simbolis sebagai cahaya yang menerangi hati dalam menyongsong bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.
Gubernur juga menyoroti bahwa pada malam yang sama bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, sehingga menjadi momentum penting untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati, serta memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Barat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.(TIM/RED)