• Kam. Mar 19th, 2026

Pemred Warta Sidik Menangapi Konflik Di Internal Perwakilan Pekanbaru Riau Diluar Tanggung jawab Redaksi. 

ByTini Widari

Mar 19, 2026

Jakarta,PWMEDIATV.COM

Menarik untuk dijelaskan dimana ada konflik internal ramai melanda Warta Sidik di Pekanbaru Riau.

Dimana Media Warta Sidik langsung dipimpin oleh saya sendiri sebagai Pemred (Pemimpin Redaksi) sekaligus Owner PT Warta Sidik Grup.

Dimana sudah lama menunjuk Ariani sebagai Kadiv Litbang (Penelitian dan Pengembangan) untuk wilayah Pekanbaru, Riau. Sangat disesalkan selama ini redaksi apalagi saya sendiri sebagai Pemred (Pemimpin Redaksi) tidak tau menahu terkait perekrutan di wilayah Pekanbaru, Riau.

Dikarenakan sepak terjang Ariani tidak bisa dipertanggung jawabkan selama ini, Redaksi membekukan Ariani sebagai Kadiv Litbang di Warta Sidik sampai waktu yang tidak bisa dipastikan dikarenakan redaksi masih menunggu laporan yang bersangkutan di wilayah Pekanbaru Riau.

Mendadak ada berita yang menyatakan kerugian dan dikatakan harus bertanggung jawab dengan janji mau beli Lep top, serta menganti pengeluaran seragam.

Dalam hal ini Tommy menjelaskan, Terkait pembelian seragam itu murni uang hasil kerja beberapa hari menyelesaikan kasus di Indramayu. Hasilnya disisihkan untuk kelengkapan seragam untuk anggota di Pekanbaru Riau.

Kok lucu, tiba- tiba Ariani mengklaim uang dari dirinya. Memang dikarenakan ada internal saya membekukan Ariani di Pekanbaru.

Terkait para jurnalis yang katanya merasa dirugikan setelah dikeluarkan dari Warta Sidik tanpa alasan yang jelas dan tanpa konfirmasi. Memang benar saya akui karena di redaksi tidak ada datanya siap siapa saja wartawan Warta Sidik di Pekanbaru Riau.

Seperti katanya Ariani yang mengklaim bahwa saya telah berjanji untuk membeli produk elektronik laptop. Dalam hal ini saya sampai saat ini tidak tau fisik itu namanya Leptop.

Kok bisanya saya disuruh ganti, Seperti kucing dalam karung saja. 

Terkait katanya biaya dibebankan pada Jurnalis. Itu bentuk pertanggung jawaban Jurnalis di daerah pada redaksi.

Toh selama ini redaksi bahkan saya pribadi tidak pernah menuntut perwakilan untuk harus berkontribusi pada redaksi.

Untuk klarifikasi, Saya tidak pernah menerima uang sepeserpun dari Ariani atau jurnalis di Pekanbaru Riau. Silahkan cek rekening saya tidak ada transaksi masuk.

Ini malah difitnah katanya saya sudah terima uang untuk pembelian Leptop.

Silahkan buktikan ada gak pengiriman uang ke rekening saya pribadi. Itu bisa- bisanya Ariani aja”. Tegas Tommy.

“Sebagai mantan Kadiv Litbang di Warta Sidik apa yang mau Ariani tuntut pertanggung jawaban pada redaksi. Justru yang ada redaksi minta pertanggung jawaban selama beberapa periode Warta Sidik berdiri di Pekanbaru Riau.

Saya minta bukti pelaporan per/tiga bulannya, masa lama berjalan sampai dibekukan tidak ada secarik kertas bukti laporan kinerja perwakilan di Pekanbaru Riau.

Coba diupayakan laporan per/3 bulannya dimulai sejak berdirinya perwakilan Warta Sidik di Pekanbaru, Riau apa saja yang sudah dilakukan dan melakukan disana.

Jangan bisanya menuntut Redaksi. Tapi sebagai orang yang masuk dalam struktur tidak bisa mempertanggung jawabkan kinerjanya di sana”. Kan lucu Manusia seperti itu. 

Kalau tidak mau tunduk dengan aturan redaksi Warta Sidik yang lebih baik jangan bergabung kalau akhirnya menjadi virus diperwakilan.

Saya tunggu untuk menempuh jalur hukum. Buat saya capek melaporkan orang yang ujung-ujungnya buang -buang waktu saja.

Kalau Ariani mau tempuh jalur hukum. Saya tunggu, dan legal perusahaan siap menunggu laporan dari Ariani.

Untuk para jurnalis Warta Sidik Pekanbaru Riau yang katanya merasa dirugikan dengan jumlah uang sekitar 12 jutaan. 

Sekarang Wartawan Warta Sidik di Pekanbaru Riau siapa saja. Kan lucu, di Redaksi pusat tidak ada datanya. Kok ngoceh -ngoceh merasa dirugikan”. Cetus Tommy.

Sekarang jurnalis Warta Sidik Pekanbaru Riau yang mana nih yang teriak-teriak. Apalagi mempertanyakan kredibilitas redaksi, biar jangan gagal paham media ini bukan organisasi atau lembaga bos”. Tegas Tommy.

(Tim/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *